Bulletin

Pertemuan PP IKABI & 10 OPLB dengan Dirjen BUK Kemenkes RI

19 Desember 2012

Pertemuan PP IKABI & 10 OPLB dengan Dirjen BUK Kemenkes RI Jakarta, 5 Desember 2012

Pertemuan ini dihadiri oleh Dirjen BUK, Dr. Diar staf Dirjen BUK, Koordinator Pusat Data Kemenkes, PP IKABI dan Wakil OPLB. Dari PP IKABI, hadir antara lain Ketua IKABI, Dr. Barlian Sutedja, Dr. Nazar, DR. Dr. Hidayat, Dr. Maizul Anwar SpBTKV, Dr. Donna SpBP.

Ketua IKABI menyerahkan satu berkas surat pernyataan kesepakat-an Clinical Privilege dan Clinical Appointment, yang telah ditanda-tangani 10 OPLB dan Kolegium Ilmu Bedah yang terkait. Pada kesempatan yang sama, diserahkan pula buku PPM (Pedoman Pelayanan Medik) PABI.

Dirjen BUK Dr. Supriyantoro SpP, MARS menyampaikan beberapa hal, antara lain:

  • Pekerjaan dan beban Kemenkes banyak, karena itu perlu kerjasama yang baik antara Kemenkes & IKABI
  • Apresiasi atas program-program IKABI terutama dalam mendukung program-program Kemenkes a.l penyelesaian tarif BPJS 2014, MRA 2015, dll.
  • IKABI diharapkan mendukung program SPGT dengan mensinkronkan program ATLS kedalamnya, karena ATLS khusus untuk trauma, hal ini perlu karena angka kematian KLL dan jantung tinggi sedangkan program SPGT menyangkut kegawat-daruratan semua bidang ilmu kedokteran dan perlu di dukung IKABI.
  • IKABI diharapkan membentuk 9 Korwil Satgas Bencana supaya searah dengan program BNPB & mendukung Pusat Krisis Kemenkes (Aceh, Medan, Palembang/Padang, Jakarta/ Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Banjasmasin, Makasar/Jayapura) sebagai Ketua 9 Satgas Bencana adalah Ka Dinkes masing-masing propinsi dan sebagai Ketua Pelaksana adalah Kepala Subdit P2K2 (Program Pelaksanaan Krisis Kesehatan), IKABI secara terstruktur belum masuk kedalamnya.
  • IKABI diharapkan mendukung & membuat modul-modul pelayanan & konsultasi dalam program telemedicine Kemenkes. Program yang sudah berjalan adalah Radiologi & Kardiologi, bagaimana bidang bedah (IKABI, mis: pelatihan Bedah Darurat jarak jauh, konsultasi kasus bedah jarak jauh, membuat modul-modul pelayananbedah untuk dokter-dokter didaerah terpencil).
  • IKABI diharapkan menyatukan laporan online, mis: jumlah anggota, distribusi, mapping ke Pusat Data Kemenkes sehingga data dokter Bedah Indonesia selalu update, per tanggal 30 Nopember 2012 jumlah dokter bedah Indonesia anggota IKABI : 3296 orang.
  • Dirjen BUK menerima pernyataan kesepakatan clinical previlege & clinical appointment dan lampiran daftar kompetensi OPLB-OPLB kecuali IAUI. Pernyataan tersebut adalah baik, sangat strategis, akan diserahkan pada bulan Januari 2013 ke Ibu Menkes. IKABI berusaha memperbaiki kekurangan dalam waktu 2 minggu terutama kelengkapan tanda tangan Ketua OPLB, Ketua Kolegium dan memperbaiki sistematika daftar kompetensi, disertai nomer ICD 9 CM (1992-terbaru) sebagai contoh: daftar kompetensi PABI
  • Program MRA 2015 akan disusun oleh KKI:
    Dokter Asing dibagi 2 golongan : 1. yang sudah pengalaman bisa langsung kerja atau, 2. yang yunior (sesuai peraturan yang berlaku, perlu adaptasi)
    IKABI mengusulkan 4 kriteria :
    1. Tempat bekerja di RS Kelas C/D yang masih kosong
    2. Kontrak waktu 1-2 tahun, selanjutnya diisi oleh Dokter Bedah Indonesia
    3. Sepengetahuan Kolegium
    4. Honorarium yang disepakati kemudian
    Sedangkan kriteria umum MRA 2015, IKABI akan menuruti kepada peraturan Kemenkes, KKI atau PB IDI.
  • IKABI sebaiknya melanjutkan membuat PNPK selain trauma, misal tentang kelainan kongenital, penyakit infeksi, penyakit keganasan, penyakit degeneratif (sesuai juga harapan MPPK-IDI).
  • IKABI dan beberapa anggotanya aktif dalam kegiatan Kemenkes, a.l RS Khusus Bedah, Pembuatan buku PNPK Trauma (dalam proses percetakan, segera akan terbit), Team Monev PPDS-BK, Program KARS, Program Pusat Krisis/SPGDT.
  • IKABI diharapkan menyelesaikan Buku SPM/PPM (terutama terkait OPLB masing-masing), sesuai juga harapan PB-IDI.
  • Dalam menyusun tarif BPJS 2014, IKABI hendaknya memperhatikan adanya tarif normatif dan tarif sosial (yaitu 75% dari tarif normatif). Sebelum pelaksanaan BPJS 2014 sebaiknya dilakukan simulasi supaya tidak kacau. Diusahakan iuran BPJS 2014 diambil titik tengah yaitu Rp. 22.000,- , sedangkan index untuk jamkesmas Rp. 6.500,- itu terlalu rendah.
Ketua PP IKABI menyerahkan Dokumen surat pernyataan bersama PP IKABI & 10 OPLB berkaitan dengan Clinical  Previlege dan juga diserahkan buku Pedoman Pelayanan

Ketua PP IKABI menyerahkan Dokumen surat pernyataan
bersama PP IKABI & 10 OPLB berkaitan dengan Clinical
Previlege dan juga diserahkan buku Pedoman Pelayanan

Suasana Pertemuan PP IKABI pada penyerahan Dokumen surat pernyataan bersama PP IKABI & 10 OPLB berkaitan dengan Clinical  Previlege dan juga diserahkan buku Pedoman Pelayanan

Suasana Pertemuan PP IKABI pada penyerahan Dokumen surat pernyataan bersama PP IKABI & 10 OPLB berkaitan dengan Clinical
Previlege dan juga diserahkan buku Pedoman Pelayanan